Apa Perbedaan antara Sunni dan Syi’ah

Sunni

Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah atau Ahlus-Sunnah wal Jama’ah (Bahasa Arabأهل السنة والجماعة) atau lebih sering disingkat Ahlul-Sunnah (bahasa Arab: أهل السنة) atau Sunni adalah mereka yang senantiasa tegak di atas Islam berdasarkan Al Qur’an dan hadits yang shahih dengan pemahaman para sahabat, tabi’in, dan tabi’ut tabi’in. Sekitar 90% umat Muslim sedunia merupakan kaum Sunni, dan 10% menganut aliran Syi’ah.

Syi’ah

Syi’ah (Bahasa ArabشيعةBahasa Persiaشیعه) ialah salah satu aliran atau mazhab dalam Islam. Secara umum, Syi’ah menolak kepemimpinan dari tiga Khalifah Sunni pertama seperti juga Sunni menolak Imam dari Imam Syi’ah. Syi’ah Zaidiyyah, termasuk Syi’ah yang tidak menolak kepemimpinan tiga Khalifah sebelum Khalifah Ali bin Abu Thalib. Syi’ah adalah bentuk tunggal, sedangkan bentuk jamak-nya adalah “Syiya’an” (شِيَعًا). Syī`ī (Bahasa Arab: شيعي.) menunjuk kepada pengikut dari Ahlul Bait dan Imam Ali. Secara garis besarnya, sekitar 90% umat Muslim sedunia merupakan kaumSunni, dan 10% menganut aliran Syi’ah.

Apa perbedaan antara Sunni dan Syi’ah?
Banyak orang yang menyangka bahwa perbedaan antara Sunni dengan Syi’ah dianggap sekedar dalam masalah perbedaan Furuiyah (cabang-cabang agama), seperti perbedaan antara NU dengan Muhammadiyah, antara Madzhab Safi’i dengan Madzhab Maliki.

Karenanya dengan adanya ribut-ribut masalah Sunni dengan Syi’ah, mereka berpendapat agar perbedaan pendapat tersebut tidak perlu dibesar-besarkan. Selanjutnya mereka berharap, apabila antara NU dengan Muhammadiyah sekarang bisa diadakan pendekatan-pendekatan demi Ukhuwah Islamiyah, lalu mengapa antara Syi’ah dan Sunni tidak dilakukan?

Oleh karena itu, disaat Sunni bangun melawan serangan Syi’ah, mereka menjadi penonton dan tidak ikut berkiprah. Apa yang mereka harapkan tersebut, tidak lain dikarenakan minimnya pengetahuan mereka mengenai aqidah Syi’ah. Sehingga apa yang mereka sampaikan hanya terbatas pada apa yang mereka ketahui.

Semua itu dikarenakan kurangnya informasi pada mereka, akan hakikat ajaran Syi’ah. Disamping kebiasaan berkomentar, sebelum memahami persoalan yang sebenarnya.Sedangkan apa yang mereka kuasai, hanya bersumber dari tokoh-tokoh Syi’ah yang sering berkata bahwa perbedaan Sunni dengan Syi’ah seperti perbedaan antara Madzhab Maliki dengan Madzahab Syafi’i.

Rukun Iman syi’ah berbeda dengan rukun Iman sunni, rukun Islamnya juga berbeda, begitu pula kitab-kitabhadistnya juga berbeda, bahkan sesuai pengakuan sebagian besar ulama-ulama Syi’ah, bahwa Al-Qur’an mereka juga berbeda dengan Al-Qur’an sunni.

Apabila ada dari ulama syi’ah yang mengatakan bahwa Al-Qur’annya sama, maka dalam menafsirkan ayat-ayatnya sangat berbeda dan berlainan.Sehingga kerapkali ulama-ulama Ahlussunnah Waljamaah mengatakan : Bahwa Syi’ah adalah satu agama tersendiri.

sunni vs syi'ah

 Perbedaan antara aqidah Sunni dan Syi’ah

Berikut adalah beberapa perbedaan antara aqidah Sunni (Ahlussunnah) dan Syi’ah :
Ahlussunnah :

Rukun Islam sunni ada 5:
a) Syahadatain
b) As-Sholah
c) As-Shoum
d) Az-Zakah
e) Al-Haj

Syi’ah :

Rukun Islam Syiah juga ada 5 tapi berbeda:
a) As-Sholah
b) As-Shoum
c) Az-Zakah
d) Al-Haj
e) Al wilayah
Ahlussunnah :

Rukun Iman sunni ada 6:
a) Iman kepada Allah
b) Iman kepada Malaikat-malaikat Nya
c) Iman kepada Kitab-kitab Nya
d) Iman kepada Rasul Nya
e) Iman kepada Yaumil Akhir/hari kiamat
f) Iman kepada Qadar, baik-buruknya dari Allah.

Syi’ah :

Rukun Iman Syiah ada 5:
a) At-Tauhid
b) An Nubuwwah
c) Al Imamah
d) Al Adlu
e) Al Maad
Ahlussunnah :

Dua kalimat syahadat

Syi’ah :

Tiga kalimat syahadat, disamping Asyhadu an Laailaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah, masih ditambah dengan menyebut dua belas imam-imam syiah.
Ahlussunnah :

Percaya kepada imam-imam tidak termasuk rukun iman. Adapun jumlah imam-imam Ahlussunnah tidak terbatas. Selalu timbul imam-imam, sampai hari kiamat.

Syi’ah :

Percaya kepada dua belas imam-imam syiah, termasuk rukun iman. Karenanya orang yang tidak beriman kepada dua belas imam syiah dianggap sesat
Ahlussunnah :

Khulafaurrosyidin yang diakui (sah) adalah :
a) Abu Bakar
b) Umar
c) Utsman
d) Ali

Syi’ah :

Ketiga Khalifah (Abu Bakar, Umar, Utsman) tidak diakui oleh Syiah. Karena dianggap telah merampas kekhalifahan Ali bin Abi Thalib
Ahlussunnah :

Para sahabat adalah golongan yang mulia dan tidak boleh dicaci

Syi’ah :

Syiah berkeyakinan, bahwa para sahabat setelah Rasulullah SAW wafat, mereka menjadi murtad dan tinggal beberapa orang saja. Alasannya karena para sahabat membai’at Sayyidina Abu Bakar sebagai Khalifah.
Ahlussunnah :

Siti Aisyah istri Rasulullah sangat dihormati. Beliau adalah Ummul Mu’minin.

Syi’ah :

Siti Aisyah difitnah dan dikafirkan.
Ahlussunnah :

Kitab-kitab hadits yang dipakai sandaran dan rujukan Ahlussunnah adalah Kutubussittah :
a) Bukhari
b) Muslim
c) Abu Daud
d) Turmudzi
e) Ibnu Majah
f) An Nasa’i
(kitab-kitab tersebut beredar dimana-mana).

Syi’ah :

Kitab-kitab Syiah ada empat :
a) Al Kaafi
b) Al Istibshor
c) Man Laa Yah Dhuruhu Al Faqih
d) Att Tahdziib
(Kitab-kitab tersebut tidak beredar).
Ahlussunnah :

Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang taat kepada Allah dan Rasul Nya. Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang tidak taat kepada Allah dan Rasul Nya.

Syi’ah :

Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang cinta kepada Imam Ali, walaupun orang tersebut tidak taat kepada Rasulullah. Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang memusuhi Imam Ali, walaupun orang tersebut taat kepada Rasulullah.
Ahlussunnah :

Mutah (nikah kontrak), sama dengan perbuatan zina dan hukumnya haram.

Syi’ah :

Mutah sangat dianjurkan dan hukumnya halal
Ahlussunnah :

Khamer/arak tidak suci.

Syi’ah :

Khamer/arak suci.
Ahlussunnah :

Air yang telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap tidak suci.

Syi’ah :

Air yang telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap suci dan mensucikan.
Ahlussunnah :

Diwaktu shalat meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri hukumnya sunnah.

Syi’ah :

Diwaktu shalat meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri membatalkan shalat.
Ahlussunnah :

Mengucapkan Amin diakhir surat Al-Fatihah dalam shalat adalah sunnah.

Syi’ah :

Mengucapkan Amin diakhir surat Al-Fatihah dalam shalat dianggap tidak sah/batal shalatnya.
Ahlussunnah :

Shalat jama diperbolehkan bagi orang yang bepergian dan bagi orang yang mempunyai udzur syar’i.

Syi’ah :

Shalat jam diperbolehkan walaupun tanpa alasan apapun. Jadi seringkali kaum syiah shalat tiga kali sehari.
Ahlussunnah :

Shalat Dhuha disunnahkan.

Syi’ah :

Shalat Dhuha tidak dibenarkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>